Minum Kopi Sachet

 
kopi sachet
 

Minum Kopi Sachet

Tentu saja cara minum kopi sachet, kopi instan, kopi bikinan barista mahal, kopi tradisional, kopi klothok, kopi nusantara dari Sabang sampai Melanesia maupun teh baik teh tarik, teh celup hingga teh poci, caranya sama yaitu melalui mulut, bukan lewat tangan kanan maupun tangan kiri, sebab jika dengan tangan maka tidak ubahnya kopi maupun teh atau kopi kawa hanya akan menjadi kobokan saja. Beda mungkin dalam penyajian atau cara mengangkat gelasnya sehingga citarasa kopi nikmat tersebut sampai ke mulut untuk rasanya ditransmit dari lidah hingga ke otak, dan akhirnya menjadi respon yang keluar dari mulut. Bahwa rasa kopi tersebut enak atau seperti sampah.

Kopi sungguh merupakan primadona dari waktu ke waktu. Sejak jaman purba orang mengenal kopi sebagai minuman yang nikmat, menyehatkan dan selalu dirindukan. Terlepas dari cerita-cerita sejarah akademik dan bergaya ilmiah yang sering dituturkan oleh para penjual dan penutur kopi. Kopi sebenarnya tidak memerlukan dukungan untuk memiliki rasa yang nikmat, sudah sejatinya kopi memiliki rasa yang ditambahi dengan keberuntungan dimana tanah menumbuhkannya. Pohon kopi dan tanah dimana dia tumbuh adalah peracik sejati kopi dan segala berkah kenikmatannya. Tugas dan kewajibannya sudah jelas dan tidak perlu distorsi luwak, codot ataupun owa, sejarah ataupun mereka yang merasa menjadi ahli kopi.

Distorsi perjalanan kopi ke mulut kita memang sangat banyak, diantaranya dari proses pwncucian dan pengolahan kopi sebelum di roasting menjadi hitam, pada proses peroastingan hingga proses penyeduhan kopi. Ribuan cara dilakukan manusia untuk memuja salah satu bentuk kenikmatan dunia. Benda yang diyakini memiliki ribuan manfaat untuk tubuh. Kopi menjadi bintang kehidupan yang dapat membuat kaya raya sekaligus ketagihan. Meski ada kampanye hitam tentang keburukan kopi, namun kopi tetap bertahan dan banjir kopi seakan selalu menjadi harapan setiap pertemuan ataupun ketika manusia berkumpul memikirkan sesuatu dari yang enteng-enteng sampai untuk membuat keputusan strategis yang membebani otak.

Pemujaan Kopi

Kopi dipuja-puja dan dijadikan favorit sebagai sebuah komoditas yang bisa dikaitk-kaitkan dengan politik, ekonomi maupun pariwisata. Selain menjadi hiburan, Pemujaan terhadap kopi dilakukan dengan memunculkan banyak distraksi yang lebih mafhum disebut dengan inovasi. Inovasi terhadap kopi tidak lain hanyalah penundaan kenikmatan meminum kopi. Pemujaan terhadap kopi dilakukan oleh berbagai kalangan dan kelas sosial, sangat naif. Sebagai produk konsumsi kopi telah melampaui berbagai penyiksaan hanya untuk memenuhi dan memuaskan peneguknya.

Kopi ditumbuhkan dengan rekayasa-rekayasa yang mengacu pada kekuasaan. Seperti adanya cerita orang-orang Kolonial Belanda yang mengatakan bahwa pertama kali kopi tumbuh di Afrika kemudian disebarluaskan keseluruh dunia dengan cara kolonial dan imperialis adalah bukti pemujaan tentang kopi yang mengada-ada. Bahkan mungkin besok ada cerita lagi bahwa kopi adalah rekayasa genetika dari yang sebelumnya adalah kerikil yang ditumbuk kemudian diumbuhkan dalam sebuah pohon. Terlalu banyak pemujaan kopi yang mengarag pada keanehan berpikir dan perangai manusia akan dominasi.

Inovasi Kenikmatan Kopi

Bukan rekayasa ketika kopi memiliki banyak jenis, aroma dan rasa, selain tentu saja kegunaannya. Berbagai cara menghadirkan kopi menjadi sebuah minuman dan produk yang bergengsi, apalagi di daerah yang tidak subur dimana berbagai tanaman tidak dapat tumbuh dengan baik apalagi kopi yang membutuhkan beberapa persyaratan. Hal ini menjadikan kopi sebagai produk yang merangkak harganya, bahkan menjadi sangat mahal. Menghadirkan kenikmatan kopi menjadi banyak ragam dan caranya terlebih dengan berbagai inovasi yang membuatnya semakin praktis untuk dikonsumsi. Dan kita tahu betul pasti bahwa dibalik kepraktisan tersembunyi berbagai kerumitan dan pertarungan gagasan.

Dari sejak memetik biji kopi hingga membuatnya menjadi halus dan siap saji. Berbagai cerita dari pengalaman banyak orang menyebutkan bahwa perlakuan terhadap kopi memberikan juga pengaruh pada rasanya. Lebih menarik lagi adalah bagaimana kebudayaan menghadirkan kopi dengan segala bentuk kerumitannya. Bagaimana caranya membuat kopi secara primitif,  kopi instan, hingga ragam kopi bungkusan dan kopi sachet yang mudah dibawa kemana-mana dan mudah disajikan.

Salah satu kemudahan adalah filter atau penyaring kopi, biasanya hal ini dijual tersendiri untuk konsumsi kafe-kafe atau warung-warung tertentu. Namun kehadiran kopi sachet dari kopi olahan manual bersama filter penyaring kopi adalah hal yang menarik. Karena bagaimanapun kopi diwajibkan hadir dengan rasa dan aromanya yang asli, natural dengan berbagai inovasi neko-nekonya.

 

Atas