Double Sunrise di Gunung Sikunir

 

Double Sunrise di Gunung Sikunir

Barisan highlander Wisata Blogger 2009 setelah menikmati makan malam dan launching komunitas Blogger Serayu Wonosobo Cyber Community di Pendopo Kabupaten bersama Drs. H Kholiq Arif orang nomor satu di kabupaten Wonosobo beserta staff. Dengan suguhan acara yang asyik santai dan bersahaja serta memberikan energi tambahan untuk meneruskan eksplorasi pada dini hari sebagai rangkaian acara wisata blogger 2009 sekaligus Mangayu Bagyo Komunitas Blogger Serayu melanjutkan ke tempat peristirahatan di sebuah gedung pelatihan dan workshop yang megah di Kecamatan Kreteg Wonosobo, untuk beristirahat dan menyiapkan fisik guna menyaksikan double sunrise yaitu Sunrise Emas (Gold) dan Sunrise Perak (silver) di salah satu puncak Dieng yaitu Gunung Sikunir berketinggian 2.263 meter dari atas permukaan air laut. Di dataran tinggi dieng ini juga ada puncak-puncak lain yaitu Gunung Prahu (2.565 mdpl) dan Gunung Pakuwaja (2.395 mdpl). Maka berangkatlah para blogger dengan kostum higlandernya pada jam 03.30 pagi hari menuju ke arah Dieng, karena penasarannya saya sendiri tidak bisa tidur memikirkan keindahan laksana keajaiban magis seperti yang di ucapkan bapak Bupati ketika di Pendopo Kabupaten.

Lihat Peta Lebih Besar


Para highlander pun berangkat menuju Dieng pada saat azan subuh berkumandang, dengan berkendara mobil-mobil dari Bowo Jenggot mereka melaju mendahului kami yang menaiki bis agak kuno dengan diisi highlander-highlander dari Jogloabang, Kota Ngawi dan TPC, sejenak berhenti menunggu rombongan dari Jakarta yang juga mau meramaikan namun tak kunjung datang sehingga dengan slow but suwe bis tumpangan kamipun merangkak naik dengan harus mengisi solar dahulu ke Pom Bensin terdekat, sudah yakin meski pelan karena di temani oleh Panitia Wisata blogger 2009 Komunitas Blogger Wonosobo mas Tyovan. Disini kehandalan sopir bis diuji dengan menaiki tanjakan, berkeliling bukit hingga memasuki kampung yang merupakan jalan satu-satunya ke Gunung Sikunir. Ada kisah menarik disini dimana dalam jalan sempit kampung itupun ada sebuah mobil yang parkir memakan bahu jalan sehingga para highlander harus turun tangan menunjukkan kesaktiannya yang dilatih dengan menari-narikan jari diatas tuts-tuts keyboard untuk mengangkat mobil itu minggir sehingga dapat dilewati bis dengan aman, tu... wa... ga ... sukses deh mobil itu minggir. Maklum meski Dieng adalah daerah yang jauh dari keramaian, berada tinggi diatas permukaan air laut sejauh 2000an meter ini dikenal dengan penduduknya yang berperekonomian cukup kalo tidak mau dikatakan kaya, ditambah dengan pasokan haji yang setiap tahun pasti ada dari wilayah dataran tinggi Dieng ini, cukup menakjubkan.

higlander wisata blogger 2009

Suatu kesalahan fatal ketika memiliki niat untuk menyaksikan double sunrise di Gunung Sikunir tanpa persiapan kesehatan apalagi perbekalan makan dan minum, karena akan sangat mengurangi kenikmatan dan suasana indahnya. Namun meski harus ngos-ngosan tubuh dan jiwa ini akhirnya bisa menyaksikan silver sunrise, karena akhirnya harus terlambat kehilangan gold sunrise, namun tidak mengecilkan hati karena diganti dengan pemandangan yang luar biasa dimana didepan sana menjulang Gunung Sindoro yang gagah dengan puncak datarnya yang sangat khas berketinggian 3.150 meter diatas permukaan air laut. Gunung anak Sindoro dan Gunung Sumbing pun terlihat meski agak di kejauah. Betapa hawa dingin ini semua terbayarkan, dengan hanya mendaki puncak Gunung Sikunir kira-kira 20 menit dari sebuah ranu di bawah yang oleh pemerintah juga dicoba untuk direnovasi kembali karena danau yang dahulu luas itu menjadi sempit karena longsoran bukit-bukit di sekitarnya. Sebuah upaya yang patut diacungi jempol, memang kota Wonosobo jika tidak peduli lagi dengan Dieng maka akan berbahaya sekali, terutama masalah air dan gundulnya hutan di pegunungan Dieng. Semoga peserta Wisata blogger 2009 bisa saling mengingatkan kepada dunia untuk menjaga keseimbangan alam.

Dua sunrise ini disebabkan karena munculnya matahari pada awal (gold sunrise) ada di bukit sebelah kiri dan kemudian tertutupi oleh bukit dan Gunung Sindoro yang lebih tinggi, sehingga pada sekitar jam 7 hingga 8 pagi matahari tertutupi kemudian muncul lagi dari balik Gunung Sindoro dengan warna yang sudah perak dan memiliki pesona sendiri karena memang sebelumnya hilang dan hanya terang tanah yang ada diatas bukit gunung Sikunir ini, plus dengan awan dan mega yang ada ditelapak kaki kami. Benar-benar sebuah negeri di atas awan tanpa harus naik pesawat atau terbang sendiri jika bisa. Maunya sih berlama-lama berada di puncak Sikunir namun karena tidak membawa peralatan memasak dan bekal air minum atau makanan karena kelalaian itulah maka harus segera turun lagi setelah keindahan itu terlihat dan dinikmati dengan berfoto ria hingga puas. Juga pemandangan kota-kota di bawah tidak menjemukan untuk dilihat, maka jika rekan-rekan akan menikmati pemandangan dan sunrise di Gunung Sikunir harus siap perbekalan dan tenda jika mau mengginap karena dijamin jika kalian adalah penikmat alam pastilah betah dan semakin memandang Gunung Sindoro maka niat hati pastilah tersentuh untuk bermain bola di atas puncak Gunung Sindoro yang luas dan rata terlihat nyata dari atas Sikunir.

highlander wisata blogger 2009

Sungguh sayang karena yang mendatangi tempat ini kebanyakan bukan dari kelompok pecinta alam namun para pelancong biasa yang hanya sekedar menikmati keindahan alam tanpa mempedulikan kebersihan, sehingga masih juga terlihat beberapa sampah dari makanan instan terbuang tanpa dibawa lagi ke bawah, habis manis sempah dibuang, sebuah perbuatan tidak bertanggung jawab mengingat Dataran tinggi Dieng adalah sebuah tempat keramat yang pastinya harus dihormati. Untunglah yang saya lihat dan saksikan dari para peserta wisata blogger 2009 ini tidak membuang sampah seenaknya.

Atas