Film Porno dan Gangguan Ereksi

melihatnya
 

Film Porno dan Gangguan Ereksi

Melihat film porno atau film dewasa kebanyakan dianggap sebagai penyerta atau pemaksaan gairah seks, seperti meminum viagra kemudian nonton film seks untuk mengarahkan pikiran atau konteks keadaan dari kesibukan dari rutinitas yang menjemukan. Atau bisa juga untuk merangsang gairah seksual dari yang loyo agar bisa bersemangat lagi dengan mengalihkan dan mengarahkan perhatian melalui penglihatan dengan menyaksikan adegan-adegannya. Ternyata itu hanyalah anggapan dari stigma bahwa menonton film panas untuk merangsang birahi kemudian melakukan hal yang tidak senonoh. Memang menonton film panas atau yang dikhususkan untuk dewasa membutuhkan kedewasaan berpikir tersendiri terutama hanya bagi yang memiliki pasangan. Bukan untuk yang tidak berpikiran dewasa dengan porsi-porsi prasyarat yang terpenuhi, karena hanya menjadikan sesuatu yang dibuat dengan serius hanya menjadi hal yang tidak pas.

Dalam ruang sains, ternyata memang tidak ada kaitannya antara porno dan gangguan ereksi atau hambatan gairah seksual. Pendeknya secara sains, menonton film porno tidak memiliki efek negatif pada kehidupan seksual.

Fakta ini ditemukan oleh peneliti dari UCLA yaitu Nicole Prause dan James Pfaus yang menuliskan terhadap 280 subjek yang menonton film porno setidaknya 2 jam dalam seminggu. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine ini mencatat yang telah menyaksikan 2 jam film porno dalam seminggu memiliki kepuasan yang levelnya tinggi, sebagaimana 'keinginan kemesraan' yang tinggi terhadap pasangan hidupnya.

“[Visual sexual stimuli] use within the range of hours tested is unlikely to negatively impact sexual functioning, given that responses actually were stronger in those who viewed more VSS.” That is to say, of their 280 subjects, those who watched at least two hours of porn a week recorded the highest levels of excitement, as well as a “stronger desire” to be with their real-life partners.

Jadi kesukaan atau hobi meminum doping seperrti Viagra dan sebagainya, seperti obat perangsang seksual, bukanlah faktor yang menentukan dalam kebahagian kehidupan seksual bersama pasangan.

[Via ]

Atas