Politik dengan tehnologi

 

Politik dengan tehnologi

Kemajuan tehnologi informasi di satu sisi adalah penambahan wahana yang tidak terbatas dan positif, saling terhubung antara teman-satu dengan yang lain, semakin mudah didapatkan dan diakses. Berlaku bagi semua kalangan baik tua maupun muda tergantung memiliki waktu serta alat untuk mengaksesnya atau tidak. Namun disisi lain hegemoni tehnologi ini menciptakan anarkisme tersendiri bagi kalangan sudah menjadikan mode trend gadget baru sebagai standar kehidupan sosialnya, tidak akan di perpanjang karena akan menimbulkan banyak wacana dan banyak perspektif serta hanya akan memperparah keadaan dan batas-batas sosial yang sudah tercipta.

Blog yang bermunculan seiring waktu dan kebutuhan untuk saling belajar dan berdiskusi memberikan wahana baru bagi pandemen tehnologi, memberikan informasi tentang barang baru ataupun cara-cara mengoptimasi sesuatu sesuai dengan selera pemiliknya. Kadang lebih percaya membuka blog rekan-rekan daripada mencari dari hasil reviu perusahaan yang bernada iklan dan dipenuhi bumbu-bumbu marketing yang kadang tidak sesuai dan menjebak. Namun sampai kapankah hal ini terjadi dan kejujuran dari para pemain blog dalam memainkan kelihaiannya yang semakin bertambah dengan tehnik kata kunci yang dimainkan dalam optimasi mesin pencari.

Mungkin memang tidak ada aturannya untuk hal ini dan boleh dilakukan semaunya, namun untuk jangka panjangnya mungkinka hal ini akan menjadi bumerang dan bencana ...ah saya pikir sudah keterlaluan pikiran ini ...terlalu negatif thinking..., hanya betapa sayangnya orang-orang cerdas yang memainkan jarinya diatas keyboard tersebut tidak mencurahkan apa yang dia pikirkan demi sesuatu yang mungkin banyak dinantikan oleh masa depan yang lebih cerah.

Membayangkan blogger sebagai sebuah kekuatan politik tersendiri mungkin sangat jauh dari bayangan saya, namun apakah hal itu tidak mungkin. Kekuatan politik disini adalah bukan sekedar tehnologi atau alat untuk meraih kekuasaan negara atau yang biasanya itu. Namun sebuah tehnologi untuk membela sesuatu yang seharusnya dibela, meskipun hal ini sudah dilakukan oleh media besar dalam manifestasi politik medianya. Dalam kancah ruang saing dan kompetisi yang berbeda tentunya, karena memiliki kekuatan dan modal yang lebih tentunya bisa memberikan tekanan-tekanan pada pemikiran tertentu sesuai editorial hariannya masing-masing, sebagai SEOnya hari tersebut.

Tentunya para pemain blog lebih cenderung bermain dengan hati, perasaan dan pandangan yang lebih subyektif, namun bila dikumpulkan akan menjadi sebuah obyektivitas yang tak terbendung. Serta sebuah keniscayaan menjadi sebuah kekuatan politik maya dari subyektifitas yang terangkum menjadi obyektifitas dalam kurva normal tanpa belenggu hegemoni media-media besar dan advertising. Bukan hanya sebagai unjuk kepintaran dalam menghack sebuah weblog tanpa dosa seperti milik Mr. Sawali Tuhusetya yang menyuarakan suara grasroots dalam pendidikan. Ada baiknya juga ketika para aktivis blog dalam komunitasnya mulai meluangkan beberapa waktunya saja berfikir dan mengkaji kekuatannya tersebut dan digunakan untuk apa, karena kita telah digunakan oleh para raja tehnologi juga untuk banyak hal yang tidak kita sadari, dan kita tetep keukeuh untuk mengatakan bahwa kita merdeka dengan domain masing-masing.

Marilah kita merenung sejenak misalnya tentang air yang seharusnya milik tuhan namun telah dimiliki oleh monster yang menjadikannya barang elit dan menjadi mahal karena kemasannya, atau para calon trah elite wakil rakyat memiliki genetik spesial jurusan senayan atau istana menurut domain kita masing-masing. Selesai tidak selesai tidak usah dikumpulkan atau diposting... wahaha...

Atas