Loho HUT RI Ke-77 2022

Masih teringat di masa lampau, seperti sebuah hikayat yang konon kabarnya. Namun diri sendiri ikut melakukannya. Khusus Agustus merayakan Kemerdekaan.

Ketika mendekati bulan Agustus, bulan semarak kemerdekaan negara kita. Iya negeri kita tempat kita tinggal, lahir dan bekerja menghidupi diri dan keluarga.

Di sekolahan mulai giat kegiatan baris berbaris, di kampung bergeliat rencana-rencana lomba hingga panggung semarak kemerdekaan, juga baris berbaris hingga persiapan karnaval Agustusan.

Dulu ya itu dulu, saat ini, hanya mengingat dan berbahagia saja mengingat masa yang indah untuk merayakan kemerdekaan, yang benar-benar dihargai sebagai berkah perginya penjajah dan diperangi kakek nenek leluhur yang membanggakan, yang tak ingin dan perlu di pajang sebagai pahlawan. Hanya tugas hidup untuk mengusir penjajah dan merdeka.

Kumandang teks Proklamasi, Pembukaan dan ayat-ayat pasal-pasal UUD 1945, yang sekarang dihormati sebagai hari konstitusi di 18 Agustus. Sebab mulai tanggal 17 adalah Proklamasi, tanggal 18 disahkannya konstitusi Undang-Undang Dasar. Sementara tanggal 16 malam adalah hari tirakat berdoa untuk kemerdekaan yang mberkahi.

Betul-betul lebih dari sebulan bekerja keras demi komunitas terdekat untuk merayakan bulan kemerdekaan. Dari yang kecil hingga yang sudah sepuh harus kebagian kegiatan perayaan. Meriah,.. iya.

Sekarang pun sudah mulai kejayaan bangsa kita mulai mekar. Masyarakat sudah terlihat tidak terlalu miskin, punya motor, punya sepeda yang harganya mirip sepeda motor, punya mobil. Tapi entah hasil nabung, kerja atau utang. Ah biarin aja, yang penting bahagia.

Kemana-mana ada bis, ada kereta api yang sudah tak terlihat apinya di mana saking bagusnya, kereta api tapi di dalamnya sejuk. Ada pesawat terbang, ada kapal untuk menyeberang ke pulau lain. Jalan tol yang nggak karuan panjangnya, enak tersedia, nyaman di hati, hanya uang sakunya yang harus disiapkan, tentu.

Setelah beberapa saat, yang panjang sampai tahunan. Melawan pandemi yang tentu saja kita patuh pada himbauan pemimpin negara. Disamping rasa takut terhadap virus ganas tersebut yang mengharubiru, hingga perayaan kemerdekaan pun harus mengalah harus melalui layar monitor. Sedih iya sedih.

Saat ini sudah banyak perbedaan, terutama pada banner-banner perayaan 17 Agustus tahun 2022 ini. Ya perayaan kemerdekaan yang ke-77 negara kita tercintah. Ada tambahan logo G20, entah negara mana lagi itu yang tergabung kok jadi 20 negara? apakah kita sudah bertambah lebar dan luas. Presiden kita saat ini memang laku lagi di dunia internasional, terlalu kreatif dan nggak punya capek. Bangga sih... iya bener.

Iya di dekat-dekat perayaan kemerdekaan kita, rasa bangga itu muncul lagi, setelah 2 tahun pandemi yang menyakitkan. Agustus dan Kemerdekaan seakan selalu menjadi bulan kebangkitan.