Jokowi dan Perang Dagang

 
Jokowi Avengers
 

Jokowi dan Perang Dagang

Pak Presiden kita ini, Joko Widodo kembali memberi kejutan setelah sebelumnya berkasi goyang dayung dengan Suju di Korsel. Tentu sebagai bukan penggemar Suju, hanya bisa cengar-cengir saja. Kejutan selanjutnya juga mengguncang orang-orang yang memiliki frekuensi di bidang keuangan tentunya dalam World Economic Forum di Ha Noi, Vietnam pada 11 - 13 September 2018. Selain tentusaja salah satu start up kebanggaan kita GoJek yang meluncurkan dirinya di Vietnam.

Jokowi memberi hati pada ekonomi, bahwa kerasnya perang dagang dunia yang diliputi persaingan usaha antar siapapun, saling membungkang, menjatuhkan bahkan membunuh usaha saingan adalah hal perlu dilawan yaitu dengan hati, dengan kemanusiaan bahwa hal tersebut, persaingan usaha yang menghalalkan segala cara adalah tidak baik. Jelas ini pemahaman saya sendiri mengartikan apa yang diomongkan pak Jokowi, Presiden Kita.

Pun dengan hati dan rasa kemanusiaan akan memunculkan kekuatan kemanusiaan yang tak terbatas, dibandingkan dengan perbuatan ekonomi semata yang semata jual beli dan mengeksplorasi bumi, bumi yang dengan keterbatasan sumberdayanya bisa jadi nanti dapat habis.

Dikutip dari laman https://www.weforum.org/agenda/2018/09/thanos-wont-win-says-avenger-joko-widodo :

"Not since the great depression of the 1930s have trade wars erupted with the intensity that they have today. But rest assured, I and my fellow Avengers stand ready to defend Thanos from wiping out half of the population," he said in a plenary speech at the World Economic Forum on the Association of South East Asian Nations (ASEAN) on Wednesday.

"We must prevent trade wars from becoming the infinity war," he said, referring to the plot of a Marvel comic-turned-Hollywood blockbuster.

"You might be wondering – who is Thanos? Thanos is not any individual person. Sorry to disappoint you. Thanos is inside all of us. Thanos is the misguided belief that for us to succeed, the other must surrender, the misconception that the rise of some means the decline of others," he said.

The president used tongue-in-cheek language to make a serious point: economics is not a zero sum game of winners and losers. Countries can trade and prosper together, as many leaders from the region underlined.

"Infinity wars is not only about trade wars but about each and every one of us relearning the lesson of history that with creativity, energy, collaboration and partnership we shall enjoy abundance, we shall produce not an infinity war but infinite resources," Widodo said.

Seperti kita ketahui bersama omongan yang disampaikan presiden adalah mewakili negara. Jadi meski perang dagang dan persaingan usaha yang tak terbatas ini dikatakan akan dilawan bersama 'Avengers' untuk melawan 'Thanos' yang dikatakannya ada dalam diri kita, adalah sindiran luar biasa bagi negara-negara adiekonomi dan adikuasa yang suka memberikan sanksi dagang kepada negara lain.

Apalagi hal tersebut juga berimbas pada kekuatan dan daya tukar mata uang antar negara. Sudah kita lihat Venezuela yang terjungkal karena inflasi dan trik-trik perang ekonomi dimana awalnya negara tersebut benar-benar melindungi kepentingan rakyatnya, memanjakannya hingga harus hancur karena perdangan sumber daya alam yang harganya dibuat tidak stabil. Meski niat baik untuk kesejahteraan rakyat adalah hal tertinggi, namun dalam perdagangan dunia ada perang dagang yang membuat hal tersebut harus dilakukan secara bijaksana. Sebab warga sebuah negara adalah juga warga dunia dengan segala kelicikannya.

Atas