character assassination

Bukan rahasia ketika dengan mudahnya dahulu Ir. Soekarno dimasukkan ke tahanan karena terlibat G30S, kudeta untuk dirinya sendiri, atau Soeharto sendiri dengan KKNnya, banyak sekali jebakan dan pembunuhan karakter digunakan untuk menjebloskan seseorang ke penjara atau mengakhiri kariernya yang cemerlang. Gus Dur, Megawati, Habibie masing-masing juga telah mengalaminya, siapa yang melakukannya tentunya dengan bantuan kekuasaan dan invisible hand yang rapi dan halus sehingga semua orang bisa mengiyakan dan menyetujuinya. Sehingga banyak gejolak dapat ditekan meskipun dengan jargon-jargon pendukung untuk keamanan de el el.

 

nasib, mungkinkah...

Kecerdasan, ilmu pengetahuan, budi pekerti serta banyak hal positif yang bisa ditulis, entah ditulis di blog, maupun dalam sebuah buku dengan sampul tebal dan harga selangit, bukan untuk dimiliki sendiri karena memang bukan milik pribadi. Dalam sebuah ide tentunya didalamnya terdapat hal-hal lama ataupun unsur-unsur yang mendukung untuk terjadinya ide atau kreatifitas, bukan tidak mungkin jika hal itu sudah pernah ada dan terbersit pada masa lampau namun tidak terdokumentasi dengan baik dan rapi. Sehingga ada yang kemudian tersadar, tercerahkan untuk mengumpulkan secara sistematis menjadi sebuah paket yang makin lama berkembang dan bisa jadi berubah warna maupun wujudnya, menjadi sesuatu yang terasa baru dan mengagumkan.

 

Eksploitasi Demokrasi, mungkinkah?

Mungkinkah ada hubungannya antara kehidupan yang semakin kompleks ini dengan jumlah dan jenis Undang-undang yang diterbitkan ataukah memang jika bisa dibuat sulit mengapa harus dipermudah. Saat ini banyak ragam tentang perikehidupan ini yang diatur dengan undang-undang, mengapa harus diundangkan entahlah, seperti macam-macam jenis Rancangan undang-undang yang ada seperti Rancangan undang-undang Badan hukum Pendidikan yang menuai banyak protes, karena dianggap akan mempermahal dan melegalkan mahalnya biaya-biaya dalam persekolahan. Rancangan Undang-Undang Dosen, Guru, Notaris, dan lain sebagainya, malah bikin aneh dan menjadi tidak fokus sama sekali.

 

Pendidikan itu hak

Tanggal 30 September 2005 DPR dan Pemerintah Republik Indonesia sepakat meratifikasi piagam penting hak asasi manusia (Bill of Rights) yaitu International Covenant on Economic, Social and Cultural Rights dan International Covenant on Civil and Political Rights. Proses ratifikasi dilakukan pada 28 Oktober 2005, dimana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengesahkan UU No. 11 tahun 2005 tentang pengesahan Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik dan No. 12 tahun 2005 tentang Pengesahan Kovenan Internasional tentang Hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya. Ratifikasi terhadap the Bill of Human Rights ini tentu saja membawa harapan baru bagi kondisi yang lebih kondusif bagi pemajuan penghormatan dan perlindungan hak asasi manusia di negeri ini.

 

lobang kenikmatan

Benarkah menduduki kursi penguasa nomor satu itu memberikan kenikmatan, karena melihat penampilan pemimpin nomor satu saat ini yang semakin kelihatan kuyu, dengan kulit bawah mata yang semakin menebal. Ataukah hanya sekedar kenikmatan semu yaitu menjadi penguasa dihormati disana dan disini. Entah apa nikmatnya jika melihatnya pun kita gak pernah menemukan sebuah senyuman yang segar, sinar mata yang cerah dan omongan atau pidato yang membahagiakan.

 

Negeri Begajul

Politikus negeri begajul itu memang sangat jenius, terutama seorang politikus yang pernah berkuasa dengan diawali sebuah masa sulit, dan dengan teganya membunuh dan membantai sekian juta jelata hingga politikus lawannya. Belum ada yang berhasil mengotak-atiknya meskipun sudah berganti rejim penguasa. Meskipun beliaunya sudah mangkat dan turun jabatan setelah didemo ribuan mahasiswa pada beberapa tahun yang lalu. Hebat dan cemerlang memang, mampu membius jutaan rakyat dan orang pintar di negeri penuh begajul itu. Namun memang nyawa bayarannya ketika berani mengatakan tidak kepada penguasa pada saat itu, bahkan yang menjadi alat negarapun bisa dengan leluasa untuk dar-der-dor seenak perut sendiri.

 

Celakalah yang merusak bumi

Saya gak peduli amat dengan hari bumi pada bulan april ini, mengapa karena sebenarnya tiap hari adalah hari bumi, kita tinggal di bumi, mati, kawin, mabok, sekolah, cari duit, dan semuanya kita tidak bisa terlepas dari bumi. Bahkan kalo sampe terlepas pun hanya orang-orang pada tingkatan makrifat yang bisa selamat, ya hanya merekalah para priyayi gung binatoro yang bisa melakukannya.

 

Gonna get Better

Mencoba pandangan atau pakaian sehari-hari dengan bahan dan nuansa yang baru akan menambah kedinamisan penampilan, bahkan paradigma dalam memandang sebuah produk. Tidak beda dengan pandangan tentang kehidupan atau apapunlah yang ringan-ringan, seperti berganti kendaraan, berpindah rumah, ataupun berpindah partai. Seluruhnya membutuhkan motivasi ataupun sejengkal niat untuk meluangkan waktu untuk mempelajarinya. Mungkin titah sebagai mahluk tuhan untuk selalu mengamati dan belajar terus menerus karena semakin mendalami dan memperhatikan sesuatu akan muncul sebuah hal baru yang kadang tidak terbersit di pikiran sebelumnya.

 

Brain Storm

Orang Inggris bilang ¨life begins at forty” entah apa maksudnya, memang usia 40 tahun masih sangat lama sekali, namun segalanya perlu dipersiapkan bukan. Hari demi hari berlalu, demikian pula hari jadi, begitulah kehidupan selalu berputar. Entah maju kedepan, mundur ke belakang ataukah malah berjalan miring atau lurus ke samping, sudah bukan rahasia lagi. Lantas dimanakah letak keadilan tuhan, entahlah hanya logika atas nama ketuhanan mungkin yang bisa menerangkannya dengan gamblang. Sementara jika hanya manusia biasa yang menerangkan tidak lebih hanyalah sebuah tafsir dan perkiraan karena dia pastilah belum pernah bertemu dengan tuhannya sendiri, atau bahkan menilik alam kubur atau bahkan surga dan neraka.

Atas