Setelah pecahan-pecahan hati yang hancur tersebut di abadikan dalam sebuah monumen hancurnya sebuah cita menjadi sebuah keharuman meski masih terasa sakit dan sesak selalu mendesak didadanya, dengan tekun dirasakannya, meski butir-butir air mata kesakitannya selalu saja tanpa sebab yang disadarinya selalu membasahi pipinya hingga habis dan kering. Seakan sudah tak ada lagi yang dapat diteteskan, sudah tidak ada lagi rasa sakit atas desakan dari dalam dadanya, semuanya sudah terasa biasa sebagaimana tuntutan akan kehidupan yang mengharuskannya bersandiwara atas rasa sakit yang semestinya sangat parah tersebutpun dengan sangat terpaksa harus digantinya dengan gelak tawa agar tidak nampak kegalauan dan goyah jiwanya. Semuanya harus tampil wajar seakan tiada apa terjadi, bahwa meski hancur namun masih pula teman dan para sahabat tidak harus mengetahui apalagi membantunya dari kegelapan yang sudah bulat dipinang menjadi pasangan hidupnya yang abadi hingga akhir nafasnya yang semakin sengal karena sesal bahwa waktu tak mungkin akan diputar kembali.
"Semua ini hanya lelakon, hanyalah sebuah laku untuk menuju kesempurnaan kehidupan tingkat selanjutnya" meski semuanya sudah terasa hambar, tiada lagi bara semangat dan harapan apalagi cita untuk menyuburkan kehidupan maupun cinta dihatinya yang memang sudah dikubur dan dirawatnya dalam kegelapan, hingga tiada lagi mata dapat menyaksikannya. Tidak akan pernah lagi bergembira ria, tiada lagi emosi tak terkontrol, tiada lagi kesedihan selain hanya meratap untuk memperbaiki dan menuju kesempurnaan yang menjadi cita dan cintanya, bahwa sedemikian murni cinta itu mungkin bukan untuk kehidupan saat ini, namun demi hidupnya kehidupan atasnya dimana persimpangan-persimpangan yang harus dijalaninya dengan hati-hati tanpa harus lagi tergopoh-gopoh menahan emosi dan semangat muda yang memang sudah dibunuhnya bersama anak panah yang menerjang lobang hampa. Bahagia sekali rasanya merasakan sebuah kepahitan dan sesaknya jalan yang semakin gelap dan hitam saja, bahwa tidak ada lagi godaan dan tantangan karena semuanya telah hitam legam, tidak terlihat dan berasa.
Ini bukan pelajaran sanggahnya, bahwa ini adalah sebuah jalan yang harus ditempuhnya, beban demi beban yang menistakan dan mempermalukannya harus segera dibuang dan sejauh mungkin agar tak mungkin ditengoknya kembali terkecuali beban tersebut dengan niatnya sendiri mendatanginya untuk segera diselesaikan dan dibuang lagi atau bahkan menjadi bagian dirinya ketika memang sudah ada ruang yang luas untuk merawat dan menyimpannya. Terimakasih yang dalam diucapkannya pada sang waktu, karenanyalah dia menemui kejadian dan tamparan untuk lebih dewasa dan menghargai kegelapan sebagai sebuah unsur kehidupannya, sebuah ketenangan teramat indah namun dengan biaya dan ganti yang sangat menyakitkan, benar telah dipinangnya kegelapan itu untuk menjadi pasangan tak terpisahkan lagi dengan dirinya, meski banyak orang tolol pernah memberinya kutipan-kutipan kata mutiara copy paste dari sajak-sajak dan syair-syair indah tak bernyawa, hanya khayalan dan imajinasi pengarangnya, bahwa kegelapan adalah sebuah keindahan dan dunia yang lebih bercahaya daripada siang telah ditemukannya sendiri.
Meski telah hancur berantakan harapan asa atas cinta sejatinya tersebut, hambar rasa setelahnya adalah laksana sebuah padang maha luas yang harus dieksplorasinya dimana dalam kehambarannya tersebut dia bisa melukis dan membangun apapun yang sukai dan diinginkannya tanpa rasa pernah puas dan takut adalah sebuah narasi baru kehidupannya saat sekarang ini. Kesendirian telah menciptakannya menjadi seorang manusia yang tidak akan pernah terpengaruh oleh lingkungan bahkan harapannya sendiri, dia telah menjadi seorang yang paling jujur kepada dirinya sendiri, bahwa pencarian dirinya juga menemukan sesuatu yaitu sebuah kegelapan bagai ketika dia mencari pembuatnya bahwa yang ditemuinya adalah kegelapan juga, sebuah ruang tanpa batas, tanpa matahari, tanpa bulan... gelap, hitam, pahit senikmat hancur hatinya, namun pecahan-pecahan itu makin menajamkan mata hatnya yang tercerai berai namun memiliki pandangan dan perspektif luar biasa yang semakin menambah kenikmatan hidupnya, tak peduli hidup sampai kapan sudah tidak penting lagi, hanya kegelapan itulah yang dicintai hingga berani meminangnya saat ini hingga selama-lamanya. Bukan surga atau neraka lagi yang dapat menyenangkan ataupun membuatnya takut untuk hidup namun cinta pada kegelapan yang kelam hitam bercahaya itulah yang memanggilnya dengan cinta kasih dan mengisi hari-harinya.









wew.. gelap *apa sih Ell*
wew.. gelap
*apa sih Ell*
ngunu yo apik jiahhh
ngunu yo apik jiahhh
pueteng ndhedhet....
pueteng ndhedhet....
au ah gelap...
au ah gelap...
Buat Mariska, kegelapan itu
Buat Mariska, kegelapan itu menakutkan kak.
Mariska takut kegelapan kak.
Mariska takut kegelapan kak.
Apakah sekarang masih gelap
Apakah sekarang masih gelap mas?
jangan takut akan gelap
jangan takut akan gelap karena gelap melindungi dari kelelahan wah inimah lagu
aku nek terang2 ga iso
aku nek terang2 ga iso 'ngadeg' dadi kudu gelap2 kang .. kekekeke
kan yang di cari yang
kan yang di cari yang gelap-gelap........hahehahehahe
Hallooooo .. any body home?
Hallooooo .. any body home? ..lama gak jenguk Suryaden
Kita memang sedang berada dalam kegelapan Sur, jangan dipinang lagi
memang udah gelap nih wkwkwk
gelap... kita lagi bahs
gelap... kita lagi bahs kegelapan akibat cicak-buaya atau kegelapan karena PLN nih?
gelap... sekan mencengkeram
gelap... sekan mencengkeram dari tiap sudut yang ku temui..
disini kutemukan secercah cayah lentera.. (hallah)
*liat komen diatas2.. ko pada pinter buat puisi ya?...
wes bosen karo kegelapan kulo
wes bosen karo kegelapan kulo pakdhe..... sering kene' ARISAN pemadaman PLN
tau ah...gelap...hehhehe...
tau ah...gelap...hehhehe... aku suka yang gelap-gelap hehhe dalam kondisi tertentu pastinya
Kegelapan merupakan awal dari
Kegelapan merupakan awal dari sebuah kesuksesan
kegelapan tidak akan
kegelapan tidak akan abadi
begitu juga sebaliknya..
gelap kadang bisa memukau bagi seseorang yang merasa tulus mencintainya
kegelapan memang menjadi awal
kegelapan memang menjadi awal dan akhir dari kehidupan, jadi kita perlu mengakrabinya
Gelap untuk Saya jika tidak
Gelap untuk Saya jika tidak tahu harus melakukan sesuatu...
Gelap sesuatu yang enak jika
Gelap sesuatu yang enak jika ber2an dengan pasangan, tetapi sesuatu yang buruk jika sendirian.
Gelap di ujung dan pangkalnya
Gelap di ujung dan pangkalnya kelak....
Berasal dari keabadian dan ... kelak menuju keabadian jua langkah kita...
Toh dibalik kegelapan ada sejatinya cahaya.....
wes ngunu wae... hehehehe...
Bahagia sekali rasanya
Bahagia sekali rasanya merasakan sebuah kepahitan dan sesaknya jalan yang semakin gelap dan hitam saja, bahwa tidak ada lagi godaan dan tantangan karena semuanya telah hitam legam, tidak terlihat dan berasa.
Asyiiikkkkkkk.....
Gelap bagi saya ya kalau pas
Gelap bagi saya ya kalau pas mati lampu.
Gelap.., adalah saat dimana
Gelap.., adalah saat dimana kita menjadi diri sendiri...
Gelap.., adalah ruang cengkerama antara diri pribadi dengan diri sejati...
Gelap.., adalah energi kontemplasi...
Karena di penghujung gelap akan ada cahaya Nur yang menanti bagi mereka yang ingin mencari...
beli petromax pak biar gak
beli petromax pak biar gak gelap lagi... mesti lagi kena pemadaman bergilir yah... hihihihihihi
beli petromax pak biar gak
beli petromax pak biar gak gelap lagi... mesti lagi kena pemadaman bergilir yah... hihihihihihi
Hitam adalah
Hitam adalah keabadian...
Bukan kepahitan...
Tidak juga kenistaan...
Apalagi kenestapaan...
sumpah...jeru tulisan
sumpah...jeru tulisan iki
didalam gelap tak ada bulan tak ada matahari gelap dan dalam...
kok mirip ama........
NB:komentku sing dot com kok ra isok kang
mugo2 iki isok
makasih cinta... kalo gelap
makasih cinta...
kalo gelap kan enak, isa grathil-grathil
ehem.....ehem..........
ehem.....ehem.......... jangan takut kalo gelap..... karena masih banyak yang jualan lampu.............
Post new comment