
08/07/2009 - 17:09
Pernyataan Pers Halaqah Nasional Warga Nahdlatul Ulama
Nahdlatul Ulama pada awal didirikannya, dimaksudkan menjadi gerakan sosial keagamaan yang memberi perhatian terhadap masyarakat kecil dan kemandirian Pesantren. Khittah Nahdlatul Ulama yang kembali diteguhkan pada Muktamar Nahdlatul Ulama ke-27 di Situbondo, sebagai gerakan sosial keagamaan, akhir-akhir ini mengalami penumpulan dan pendangkalan gerak dan moral, sehingga peran Nahdlatul Ulama menjadi kurang berarti di level akar rumput masyarakat Nahdlatul Ulama sendiri dan di tengah kebangsaan Indonesia.
Faktanya, mulai terjadi sisnisme terhadap Nahdlatul Ulama, justru oleh para warga Nahdlatul Ulama yang disebabkan oleh elit-elit dan Nahdlatul Ulama yang tidak mengurusi masalah-masalah riil masyarakat, dan cenderung berfungsi untuk meraih jabatan politik kekuasaan yang sesaat. Mempertimbangkan bahwa Nahdlatul Ulama sebagai kebangkitan para ulama di dalam masyarakat dan kebangsaan Indonesia, maka kebangkitan yang dipelopori ulama perlu menjadi menampakka watak: keulamaan yang konsen dengan masyarakat dan rakyat bawah; dan konsen terhadap masalah-masalah kebangsaan; bukan membawa Nahdlatul Ulama ke kancah politik praktis. Peran ini penting, karena tantangan globalisasi dan fundanmentalisme islam dari kelompok-kelompok tertentu menambah gerak organisasi ulama yang bernama Nahdlatul Ulama semakin limbung.
Dalam situasi tantangan yang demikian, kondisi kepemimpinan gerakan dan kebangkitan ulama, yang ada di Nahdlatul Ulama saat ini cenderung terjadi dualisme antara kepemimpinan syuriyah dan tanfidziyah, di samping diseret-seret ke dalam politik praktis. Syuriyah yang dalam aturannya sebagai pemimpin tertinggi di Nahdlatul Ulama, ternyata dalam praktiknya tidak demikian. Hal ini tampak dalam pernyataan-pernyatan Rais ‘Am syuriyah Nahdlatul Ulama akhir-akhir ini, yang merasa nasehat dan pernyataannya tidak digubris oleh otoritas tanfidziyah, termasuk ketika merespon soal pendulum Nahdlatul Ulama yang tergerus oleh praktik-praktik politik praktis. Dualisme itu juga menunjukkan lemahnya Rais Am dalam mengawal khittah Nahdlatul Ulama.
Berkaitan dengan hal itu, halaqah nasional warga Nahdlatul Ulama dengan tema “Menyongsong Muktamar Nahdlatul Ulama ke-32, Menata Masa Depan Nahdlatul Ulama” di PP. Khatulistiwa, Kempek, Cirebon, merekomendasikan:
1. Tentang masalah-masalah Nahdlatul Ulama dan kebangsaan
- Nahdlatul Ulama perlu meneguhkan kembali untuk khidhmah di jalur gerakan sosial keagamaan sebagai ruh gerakan yang dirumuskan dalam khittah Nahdlatul Ulama, serta menolak Nahdlatul Ulama difungsikan untuk meraih jabatan-jabatan kekuasaan dan politik praktis.
- Perlunya Nahdlatul Ulama konsen dan komitmen terhadap masalah-masalah kerakyatan yang riil di masyakat, mulai persoalan pertanian, ekonomi, kebudayan, perburuhan, dan sejenisnya.
2. Tentang Kepemimpinan Nahdlatul Ulama
- Perlunya Nahdlatul Ulama, digerakkan oleh kepemimpinan yang berkarakter dan tegas dalam menegakkan khittah Nahdlatul Ulama dan supremasi syuriyah.
- Dualisme kepemimpinan Nahdlatul Ulama akan terus terjadi manakala tanfidizyah dan syuriyah dipilih langsung oleh muktamirin. Muktamirin sebaiknya hanya memilih langsung Rais ‘Am Syuriyah (dan dewan kolektif Syuriyah), dan ketua tanfidziyah atas usulan muktamirin, dipilih oleh dewan kolektif syuriyah.
- Kriteria Rais ‘Am Syuriyah yang diusulkan: tidak merangkap di organisasi lain; anggota Nahdlatul Ulama; menandatangani kontrak jam’iyah dihadapan muktamirin untuk memperjuangkan dan meneguhkan khittah Nahdlatul Ulama dan tidak akan terlibat di dalam politik praktis; dan mengetahui ilmu-ilmu pesantren, wara’, dan aliman di dalam masalah-masalah kemanusiaan dan akhirat.
- Muktamar Nahdlatul Ulama di Makassar jangan dikotori dengan praktik money politics yang justru akan merusak sendi-sendi moral Nahdlatul Ulama.
- Warga Nahdlatul Ulama dimohon untuk segera melakukan penjaringan nama-nama yang mempunyai kredibilitas dan tidak memiliki rekam jejak yang buruk untuk memimpin Nahdlatul Ulama di masa yang akan datang.
3. Tentang Muktamar di Makassar
Cirebon, 7 Agustus 2009
Di PP Khatulistiwa kempek Cirebon Jawa Barat
An. peserta Halaqah Warga Nahdlatul Ulama:
[Dr. Rumadi (Jepara), Dr. Abd. Moqsith Ghazali (Jakarta), Nur Khalik Ridwan (DIY), Imdadun Rahmat (Jakarta), Yusuf Tanthawi (NTB), KH. Maman Imanul Haq (Majalengka), Dodo Widarda, MA. (Sumedang), Nuruzzaman (Cirebon), Nuruzaman Amin (Nganjuk, Jatim), Wari (Subang), dan lain-lain.

If you continue your smashing
If you continue your smashing story referring to this topic, would you please drop a line just about pay-essay, just because I want to buy essays written at the custom essays service.
When you use the buy a essay
When you use the buy a essay online service, you don't waste your cash. Furthermore, you make your life easier, ordering essays.
I guess that it’s not smart
I guess that it’s not smart to consume valuable time writing the term paper. A lot of students come more simple way! They do not perform the custom research papers writing by their own. They just pay essay at the professional research paper writing service.
It would be the big advantage
It would be the big advantage for the dissertation service to use your hot data close to this good topic for the publish dissertation completing. Thus, students would have got an opportunity to buy the great level masters thesis.
Various people in every
Various people in every country receive the mortgage loans from various banks, because it is fast and easy.
Pingback
[...] seka Kendal sing budhal bareng karo rombongan Benteng Pendhem. Ana maneh Ki Demang Jogolabang, Pak Suryaden sing gawe acara kaluwarga dhewe jalaran budhal bareng Nyi Demang sak juniore sing pancen isih [...]
ra iso melu ki diriku
ra iso melu ki diriku
meski tidak lepas dari muatan
meski tidak lepas dari muatan politik semoga berjalan tertib dan lancar serta memberikan kemaslahatan bagi umat.
Semoga NU benar-benar semakin
Semoga NU benar-benar semakin solid dan tak terpecah2 kayak parpol....
Bang, aku mo nanya...soalnya penasaran...setiap kali koment dan juga blogger yg laennya, selalu ada kata 'tdk terverifikasi' nah ntu maksudnya apaan yaaa....
maksudnya belum punya akun
maksudnya belum punya akun disini, hahaha...
kapan-kapan tak hilangkan sajalah kata-kata itu...
Post new comment