
04/24/2009 - 05:16
Politikus negeri begajul itu memang sangat jenius, terutama seorang politikus yang pernah berkuasa dengan diawali sebuah masa sulit, dan dengan teganya membunuh dan membantai sekian juta jelata hingga politikus lawannya. Belum ada yang berhasil mengotak-atiknya meskipun sudah berganti rejim penguasa. Meskipun beliaunya sudah mangkat dan turun jabatan setelah didemo ribuan mahasiswa pada beberapa tahun yang lalu. Hebat dan cemerlang memang, mampu membius jutaan rakyat dan orang pintar di negeri penuh begajul itu. Namun memang nyawa bayarannya ketika berani mengatakan tidak kepada penguasa pada saat itu, bahkan yang menjadi alat negarapun bisa dengan leluasa untuk dar-der-dor seenak perut sendiri.
Banyaknya potensi konflik baik tingkat bawah maupun elite semua terpelihara dengan baik, dielus-elus dijinakkan dan dipupuk meskipun dengan kekejaman juga namun dijaga agar tetap hidup dan saling mengancam satu sama lain. Begitulah konspirasi tingkat tinggi yang diciptakan, hingga semua orang menyadari bahwa itu hanyalah konflik yang tidak penting, konflik ekonomi perebutan duit atau rebutan informasi. Gol nya memang para jelata dan para tehnokrat jengah dan tidak peduli dengan apa yang para elite lakukan.
Sistem pendidikan negeri begajul diatur dengan sebuah iming-iming kesejahteraan perifer dalam ekonomi, tanpa adanya imbuhan budi pekerti dan dijauhkan dari keniscayaan berpikir dan mengamati politik kekuasaan yang kotor, ya.. politik dianggap dianggap kotor sehingga dijauhi semua orang sehingga hanya beberapa oranglah yang bisa memahaminya. Semua peserta didik diarahkan menjadi pekerja dan pengusaha, tanpa harus berpikir tentang asal muasal permasalahan yang terjadi, sekam dan api konflik politik semuanya telah di masukkan dan diarsipkan dalam laboratorium tersendiri, untuk bisa diolah dalam sebuah server raksasa bank data konflik yang dienkripsi sehingga tidak semua orang bisa memahaminya, atau terlihat sebagai persoalan yang agung dan sangat sulit untuk dipecahkan karena memang dipasangi firewall dan pengecoh persepsi.
Bahkan para cendekiapun yang berpangkat philosophy of doctor pun hanya bisa tercengang dan tidak habis pikir mengapa seonggok daging bernama megaloman bisa memiliki pendukung yang banyak pada masanya, hanya karena dia anak mantan priyayi nomer satu. Bahkan dengan pongahnya dia sempat menggulingkan orang yang mengangkatnya, dengan cara yang keras dan penguasa ketika itupun membiarkannya. Mengapa banyak pembiaran permasalahan di negeri begajul, semuanya adalah permasalahan besar karena melibatkan banyak kepentingan dan nyawa. Terbayang jelas jeniusnya insinyur ahli rekayasa genetika konflik itu.
Barangkali dengan kepala dingin dan tanpa pengaruh apapun bisa menelaah mengapa ada begitu banyak partai yang bertarung di negeri begajul. Para ksatria mantan senopati semuanya memiliki hasrat untuk tampil menyelamatkan negeri begajul dengan himpitan dan beban permasalahan masalalunya sendiri-sendiri. Mengapa tidak akur, mengapa tidak bekerja sama, tampak jelas memang negeri begajul adalah negeri yang nyaman untuk dibiarkan dengan jelatanya yang sudah diracuni dengan anti paham politik, karena politik itu kejam bisa bikin mati, dan kotor karena harus memiliki banyak pengawal yang haus duit dan wanita. Oh ya ternyata mereka telah dibikin trauma yang sulit sembuh hingga menjadi trauma bawah sadar. Mereka telah kehilangan negerinya sendiri, hingga tidak paham mengapa pada saat pesta demokrasi banyak uang bergelimangan, namun hidup mereka sulit dan mengakui dengan kecerdasannya bahwa sedang ada resesi global.
Tak pernah berpikir darimana asal muasal uang untuk pelaksanaan pesta, biaya pemenangan kontes. Mereka telah dibikin bingung, dan ketika menyadarinya semuanya sudah telat dan hanya moncong senjata yang akan menantinya ketika mereka mulai membicarakannya, yah tinggal menunggu waktu ketika suasana ajaib itu tiba, suasana dan kebingungan ketika dinding tembokpun bisa mendengar, malam sunyi bisa mengabarkan kepada peguasa untuk selalu mempertahankan kursi empuknya. Masa aneh ketika berprasangka dalam batinpun terdengar oleh alat-alat penguasa.

Pingback
[...] Negeri Begajul memang sebuah negeri yang tidak akan pernah makmur, tidak akan pernah jaya, ketika para begajul masih bertengger di kursi-kursi empuk, meski gedungnya sudah miring, namun toh mereka juga adalah orang-orang yang katanya bersaudara dengan kita. meski harus membeli rasa itu. dan yang jelas semakin dihias hingga cantik dan bahenolnya para pembela pejabat dan birokrasi itu, semakin lebih cepat darah tersirap ke atas, untuk melawan, bukannya cemburu, namun sudah muak dengan apa yang terjadi di atas sana, di sebuah tempat yang menghosting angkara dan kemurkaan, para penggede. ‹ lobang kenikmatan up menunggu anarkhi › Versi printer-friendly [...]
Pingback
[...] tanpa harus diperlihatkan di muka umum sekedar untuk membuat rasa malu yang berlebihan, benar-benar Negeri Begajul dari sisi moral maupun ahlak dalam mencari duit apalagi [...]
Pingback
[...] anutan negeri Begajul memang sudah nomer wahid bahkan tidak terperikan keperkasaannya, semuanya dipilih dari yang afdol [...]
numpang beken ya sob, biar
numpang beken ya sob, biar aku bisa juga sebeken ini
makasi
Pingback
[...] Masihkah terdengar geliat Bank Siantury yang karenanya 6 trilyunan rupiah raib tak ada bekasnya hanya tinggal gemeretak dan geliat kampanye politik lagi dengan kontes eyel-eyelan tombo ati kemarahan rakyat saat dieksposenya rapat-rapat dan diskusi mengenai raibnya lakon 6 trilyun tersebut. Sebuah ajang kampanye dan branding nama gratis dan dibayar lagi, memang ajang kontes lintas budaya dan tehnologi tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik, dengan hasil yang juga hanya segitu tanpa pengaruh apapun pada kehidupan yang nyata apalagi memberikan obat mujarab ataupun shock terapi yang nyata di Negeri Begajul. [...]
wah tulisannya keren, susuan
wah tulisannya keren, susuan kata2nya oke punya
Pingback
[...] sesat atau ancaman sosial lainnya. Bahwasanya sahabat tersebut memberitakan di sebagian tempat di Negeri Begajul, bahkan mungkin tidak semua insan bisa menyadarinya perubahan yang sangat halus detik-demi-detik [...]
Pingback
[...] sudah beli yang berlisensi tentulah tidak akan melirik kesana dan kesini. Pantas memang jika di Negeri Begajul ada dual boot dalam korupsi, dan cilakanya juga ada yang didukung dengan mengajak salah satu [...]
Pingback
[...] untuk berhenti bermimpi, kemudian memulai tindakan untuk beraksi bekerja, memang tidak cocok di Negeri Begajul sebab di negeri ini jangankan bekerja untuk bermimpi pun sudah kepayahan, lantaran gempa keuangan [...]
Pingback
[...] Negeri Begajul yang selalu saja menjadi bulan-bulanan bencana dan permasalahan harus menggeliat dan bangkit. Warga kota harus bisa mudik membawa misi Ekonomi Kerakyatan semampunya. Mencoba untuk kembali dan membelanjakan hasil jerih payah di daerahnya, membagi-bagikan rasa bahagia. Terutama kepada warga jelata yang saat ini dirundung malang karena gempa jawa, ataupun berita simpang siur yang sengaja mengecoh untuk memporak-porandakan situasi sosial, barangkali mereka menginginkan secepatnya kiamat kecil agar bisa menuai hasil dari kejadian ributnya masyarakat. Sudah terbukti bahwa negeri begajul memang sudah bisa memproduksi senjata bahkan dengan nama ISRAEL, betapa para mantan narapidana kelas ikan paus pun akan angkat kekuasaan, bahkan yang sudah menistakan ribuan rumah dengan lumuran lumpurpun akan maju menjadi seorang ksatria berhati baik. Harap maklum ketika alam tidak akan menerima dan mengancamnya tapi kenapa rakyat kecil pula yang menjadi korban. [...]
Post new comment