
09/06/2009 - 02:04
Tidak berapa lama lagi barisan mudik aristokrat maupun ekonomi kerakyatan tumpah ruah, akan terlihat berbondong-bondong manusia kereta roda dua, roda empat maupun roda besi memenuhi jalanan di sepanjang pulau. Mungkin peristiwa seperti ini berlangsung kurang dari setengah abad di negeri begajul, namun sudah di klaim sebagai pelaksanaan tradisi, religi atau budaya, untuk menutupi logat ekonomi yang semakin seksi serta bergelayutan kepentingan permodalan liberalis terbalut dalam kosmetika kerakyatan belaka plus bumbu-bumbu penyedap rasa lainnya agar rakyat jelata tidak mudah emosi dan mengamuk ketika mengetahui apa sejatinya di dalam nukleus peristiwa tahunan yang rasanya semakin mendarah daging saja, dalam pandangan positif memang sebagai pemerataan, atau minimalnya adalah sebuah tetes embun pagi hari bagi perekonomian lokal, untuk kemudian kering kerontang lagi sebelum sore hari.
Begitulah suasana mudik dalam kacamata tidak tembus pandang, hanya akan dipenuhi dengan parade kepemilikan barang, bau keringat, wajah orang kelelahan, asap dari kendaraan hingga kemacetan yang akan ditularkan dengan teganya ke pelosok-pelosok pulau. Sebagai hiburan hati para petinggi daerah ketika dengan bangganya pada saat perjamuan di hari raya mengatakan bahwa jalan-jalan didaerahnya macet, mungkin sebagai iklan pariwisata gratis, atau malah penanda betapa sudah majunya pembangunan di lokalnya, tidak kalah dengan lokal yang lainnya. Kadang berpikir pula apakah mereka menjalankan puasa dengan maksud apa, ataukah mereka bekerja mati-matian ketika dalam keharuman ramadhan untuk menyambut saja Idul Fitri menafikan keharuman ramadhan yang seharusnya. Begitulah memang tidak ada kolom keharuman ramadhan dalam tabel-tabel akuntansi anggaran belanja bulanan.
Meski semua niatan ekonomi kerakyatan itu bersambut di lokal, niatan yang berasal dari memori kolektif kemanusiaan akan jati dirinya bukan hanya cerita tentang sebuah cinta untuk mengembalikan jati diri bangsa. Memori bawah sadar tentang kerinduan akan tempat kelahiran, tempat dimana dahulu dibesarkan, tempat dimana orangtua membimbing kehidupan, dan pusara-pusara leluhur yang harus dikunjungi sebagai access point menuju eling kepada siapa pemberi kehidupan. Semoga meski hanya bagaikan tetes air namun dapat mengingatkan kepada iftitah kehidupan masing-masing. Pulang ke rumah untuk kangen desa dan sejenak bertanya siapa Rusli Zainal sang Visioner dan untuk apa ramai-ramai mengikuti kontes SEO Rusli Zainal Sang Visioner. Lebih mulia dari hal tersebut mudik yang selalu menggoda dan membuat kangen para warga pelancongan.
Negeri Begajul yang selalu saja menjadi bulan-bulanan bencana dan permasalahan harus menggeliat dan bangkit. Warga kota harus bisa mudik membawa misi Ekonomi Kerakyatan semampunya. Mencoba untuk kembali dan membelanjakan hasil jerih payah di daerahnya, membagi-bagikan rasa bahagia. Terutama kepada warga jelata yang saat ini dirundung malang karena gempa jawa, ataupun berita simpang siur yang sengaja mengecoh untuk memporak-porandakan situasi sosial, barangkali mereka menginginkan secepatnya kiamat kecil agar bisa menuai hasil dari kejadian ributnya masyarakat. Sudah terbukti bahwa negeri begajul memang sudah bisa memproduksi senjata bahkan dengan nama ISRAEL, betapa para mantan narapidana kelas ikan paus pun akan angkat kekuasaan, bahkan yang sudah menistakan ribuan rumah dengan lumuran lumpurpun akan maju menjadi seorang ksatria berhati baik. Harap maklum ketika alam tidak akan menerima dan mengancamnya tapi kenapa rakyat kecil pula yang menjadi korban.
Rakyat jelata memang sangat kuat sehingga kemiskinan harus dimusuhi untuk dibinasakan, lupa bahwa mereka menjadi kuat dan bermanfaat kepada lingkungan adalah dari semangat kemiskinan. Kemiskinan yang berhakekat sehingga harus bisa dirangkul dengan jargon ekonomi kerakyatan meski tanpa kemauan politik yang mengarah dengan tepat. Semoga dengan mudik ada noktah pembelajaran atas kemiskinan sebagai refleksi akan motivasi untuk menumbuhkan semangat kehidupan dan tetesan sejuk cinta untuk mengembalikan jati diri bangsa.








sampean rung tahu dadi
sampean rung tahu dadi pemudik Tho hehehehe dadi ya ngono nulise wakakakaka bedo yen sampean wis tau dadi pemudik tentu beda kaca matanya hehehehe lengkapai dulu dengan banyak kaca mata untuk menulis negeri begajulan wakakakakakakaka
ho oh, bejo berarti saya
yup. selama ini kita
yup. selama ini kita dibutakan dengan ritual tahunan ini yang katanya bisa membantu pemerataan penyebaran duit. padahal dari sisi satunya sangat jelas adanya ketimpangan ekonomi antara pusat dan daerah. antara kota dan desa.
apa berarti aku ndak perlu mudik ya
wong kerjane wis neng ndeso jee
wah mudik.. (langsung ndelok
wah mudik.. (langsung ndelok tanggalan)
apakah nanti budaya mudik juga diklaim malisia ya?
mudik, bagi sebagian besar
mudik, bagi sebagian besar warga bangsa ini adalah sebuah keniscayaan. tapi mengapa pemerintah tak kunjung menaruh perhatian yang layak pada hajat sebagain besar rakyatnya. semua serba asal-asalan, tak ada perubahan menuju perbaikan setiap tahunnya.
Kalo lebaran nggak mudik
Kalo lebaran nggak mudik kurang pas...sudah tradisiiiiiiiiiii?
Ritual tahunan yang
Ritual tahunan yang menguntungkan banyak pihak dan juga merugikan banyak pihak pula.
Walau pulang mudik nambah hutang nggak peduli, yang penting mudik dengan segala kisah suka dan duka.
Hidup mudik.
]Salam hangat dari Surabaya
lebaran bentar lagi neh
lebaran bentar lagi neh
Mudik..mudik..tidak lama lagi
Mudik..mudik..tidak lama lagi waktu itu kan datang....persiapkan sesuatu demi kenyamanan perjalanan....met malam mas..met sahur...
walah, di negeri begajulan
walah, di negeri begajulan ternyata asda juga tradisi mudik toh, mas. semoga kampung2 di negeri begajulan dapat berkah mudik dg dapat kucuran dan remahan kue pembangunan dari kota.
uwwaaahh..jadi inget mudik
uwwaaahh..jadi inget mudik lebaran taon kemaren...seru euy...meski harus berkejaran dan panas panasan hehehe
tahun ini gak mudik
tahun ini gak mudik mas......(pusing mikir tiket yang kapitalis itu kekeke)....Semoga silaturahmi lewat telekomunikasi sama berartinya dengan perjumpaan manual
Lagi-lagi tahun ini, saya
Lagi-lagi tahun ini, saya nggak bisa mudik. Sungguh mahal biaya mudik. Apalagi bagi perantau marginal seperti diriku.
malam Sobat....
malam Sobat....
Gak pernah mudik. Saya emang
Gak pernah mudik. Saya emang gak pernah mudik. Tetapi melihat yang para mudik kadang ikut trenyuh juga. Ternyata kebersamaan bersama keluarga teramat sangat penting.
teringat cerita waktu masih
teringat cerita waktu masih ngaji....Jangan pernah bermimpi jadi orang kaya tapi bermimpilah jadi orang yang bermanfaat...lebih baik kita miskin karena harta daripada hati yang miskin...
Puasa adalah bulan untuk mengalap berkah tapi dijaman sekarnag disebuah jaman dimana rasa malu sudah tidak diperdulikan bulan puasa adalah sebuah bulan dimana harus nyari sampingan buat THR diri sendiri mau nipu atau datengin orang nda perduli....
Semoga sebuah partai yang sedang kebingungan memilih pemimpinnya bukan memilih peminpin yang elah menghancurkan masa depan ribuan orang oleh sebuah lumpur yang tak kunjung redam...
dan semoga pemimpin kita sadar jika musibah ini terjadi karena kesalahan pemimpin yang tidak berbuat adil dan berbohong kepada rakyat...
selamat berpuasa.. tetep
selamat berpuasa.. tetep semangat.. lebaran sebentar lagi yaaa
maaaaaaaaaas mudiiiik
maaaaaaaaaas mudiiiik nyoooook..
maceeeeeeeeeeeeeeeeeeeeetttttt
Mudik Macet Bikin Pusing :
Mudik Macet Bikin Pusing : Selalunya kalau mudik pasti kena macet alhamdulillah ayahanda malah sering melarang janga mudik kalau pulang pas liburan aja
siang Abang....
siang Abang....
mudik tiap hari nih..hahahaha
mudik tiap hari nih..hahahaha
kapan ya saya mudik?
kapan ya saya mudik?
wah....sepertinya saya ga
wah....sepertinya saya ga mudik deh....
semoga selamat di tempat tujuan ya Bang...
saia mudik ke
saia mudik ke jakarta-garut-bandung (lho? bukannya berlibur)
aku gak mudik nih. gak punya
aku gak mudik nih. gak punya kampung halaman sih. hiks....
Rakyat Jelata tapi kaya Jiwa
Rakyat Jelata tapi kaya Jiwa
Mudik kapan nich ?
Nanti kita pantau kegiatan
Nanti kita pantau kegiatan mudik ini dari jalur pantura Den. Bawa kamera SLR, jo lali
wah harus ati-ati ketangkep
wah harus ati-ati ketangkep kamera nih...!
soale rencana pulkam lewat pantura nih..!
kekekekk..!
Mudik Spiritual Mudik
Mudik Spiritual
Mudik kultural sudah biasa
Mudik spiritual kurang lebih kembali kepada derajat kemanusiaan yang secara fitrah tidak berlumur dosa
Semoga sukses kontesnya
Semoga sukses kontesnya mas....selamat mudik ya mas..tetap semangat..
Semuga mudiknya sukses mas
Semuga mudiknya sukses mas
ayo semangat kang semangat
ayo semangat kang
semangat mudik
semangat kontes
taon ini mudik lagi, tapi
taon ini mudik lagi,
tapi taon ini : "saya ndak bawa uaang, beibeh."
kalo bisa sih, dari tempat mudik : "saya minta uaang, beibeh."
*PLAK*
MUDIK NYOOOOOOOOOOOOOOOK
MUDIK NYOOOOOOOOOOOOOOOK
Salam Cinta Damai dan Kasih
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
HADOOOOOH LEBARAN DI TUNGGU
HADOOOOOH LEBARAN DI TUNGGU TUNGGU.. MUDIK ITU ENAK SEKALIGUS ENEK
karena ulah seorang
karena ulah seorang fir'aun...
satu Mesir terkena azab...
membiarkan seorang fir'aun berkuasa sama jahatnya dengan fir'aun itu sendiri...
punyaku kok gak bisa seh???
punyaku kok gak bisa seh???
hooh sepakattt
hooh sepakattt
Mudik memang penting, jika
Mudik memang penting, jika semangatnya betul adalah silahturahmi.
Namun seringnya mudik dijadikan ajang pamer perhiasan, mobil atau kekayaan terbaru.
Kesannya jadi masih ingin menunjukkan eksistensi diri dr materi.
Eleuh.. eleuuuh...
memang multiplier effek dari
memang multiplier effek dari mudik sangat besar bagi daerah tujuan mudik
besuk mudik gak kang? kemana?
besuk mudik gak kang?
kemana?
wah, aku gak duwe kampung
wah, aku gak duwe kampung iki..... MUDIK nang KUTHO...
Wah, kalo mudik Aku teringat
Wah, kalo mudik Aku teringat 5 tahun yang lau Aku berdagang kecil2an di jakarta. Memang kerja di jakarta meski sekedar dagang kecil2an lumayan hasilnya di banding waktu itu kalo daku memilih jadi guru di kampung. Kata temenku yang jadi guru jadi guru di kampung hanya cukup tuk beli tahu.
Ya sudah 5 tahun yang lalu daku bangga bisa bawa pulang uang yang lumayan tuk lebaran di kampung.
Kalo sekarang Yo daku nggak mudik je, wong daku sekarang di kampung doang, paling cuman membaca artikelnya Bang Suryaden Yang Keren tentang EKONOMI MUDIK KERAKYATAN....
Wah, moga Yang Mudik bisa
Wah, moga Yang Mudik bisa membawa semangat kerja kerasnya di kota besar untuk kampung halamannya Ya Den,
mudik juga sudah menjadi
mudik juga sudah menjadi budaya buat saya dan keluarga, mas surya. saya tidak tahu, kenapa kalau tdk mudik sekali saja pas lebaran, rasanya ada yang hilang. doh, kok malah sok romantis. *halah*
aku mudiker pokoke mulih ra
aku mudiker
pokoke mulih ra tau tho mikir iki
Mungkin peristiwa seperti ini berlangsung kurang dari setengah abad di negeri begajul, namun sudah di klaim sebagai pelaksanaan tradisi, religi atau budaya, untuk menutupi logat ekonomi yang semakin seksi serta bergelayutan kepentingan permodalan liberalis terbalut dalam kosmetika kerakyatan belaka plus bumbu-bumbu penyedap rasa lainnya agar rakyat jelata tidak mudah emosi dan mengamuk ketika mengetahui apa sejatinya di dalam nukleus peristiwa tahunan yang rasanya semakin mendarah daging saja
Yah beginilah nasib dari
Yah beginilah nasib dari keluarga opec ( organisasi pengusaha ekonomi cukupan ), yang penting bisa mudik...
Semoga fenomena mudik tidak
Semoga fenomena mudik tidak menghalangi kita untuk senantiasa melaksanakan ibadah di bulan yang penuh magfirah ini, Amin.
ah saya gak mudik, kampung
ah saya gak mudik, kampung saya di jakarta, haha
Post new comment