Bahwa kemudian pada detik itu aku kehilangan harga diri, bahkan jiwa yang sakit inipun melayang hilang di angkasa raya, tak pernah bisa kukejar bahkan untuk mengharapkannya datang kembali, telah hilang musnah lepas dari badan ragaku. Kini aku adalah siapa, apa, yang bahkan diripun tak mengenali maupun menghormatinya lagi.
Dia, diriku telah hilang, jiwa yang selama ini membakar semangat dan segala rasa percaya itu musnah karena memang takdir mungkin yang telah mengajaknya untuk pergi jauh, meninggalkanku dalam keadaan penuh rasa malu dan tidak punya apa-apa lagi, kosong melompong hampa tanpa daya, seakan tulang belulang inipun bagaikan kapas yang sudah remuk tak mampu menahan berat tubuh bahkan untuk membuatnya mencoba berdiri apalagi berjalan menyusuri kehidupan di depan mata yang semakin gelap dengan cahaya yang sudah tidak pernah lagi akan datang.