Pengalaman menumbuhkan kecerdasan berpikir, baik berikir baik maupun buruk seakan sudah tidak ada beda dan pemisahnya, sepanjang berguna bagi orang banyak. Disinilah kata orang banyak, kebanyakan dan massa akan menguasai, terlebih ada lagi jargon ' dot dot dot for all' sehingga semuanya ikut-ikutan, dan sepanjang untuk semua maka akan kelihatan bagus dan mulia. Benarkah demikian.. hmm hanya orang banyaklah juga yang menilai, dan mereka pun dalam rangkaian crowd, meski tak bisa berhujat dan berbuat lebih namun adalah sasaran dan tentunya pasar.
Semua, yah, semua, crowd, kerumunan, pasar, adalah sasaran, entah bidang politik ekonomi maupun nantinya akan dianggap menjadi sebuah budaya, sebuah budaya yang ujug-ujug muncul mak bedunduk dalam alam keIndonesiaan dengan segala aspeknya. Tidak membutuhkan waktu lama memang bagi sebuah negeri yang sedang berusaha membangun jati diri, namun selalu saja terganggu baik dari dalam maupun dari luar. dan tentu saja barang yang belum jadi ini malah akan direstorasi.. hahaha.. apanya emang barn buddy... bahkan membuat nama pun tidak bisa berbeda sebagaimana tulisan nasionalis demokrat, quo vadis?, dengan para penjaga gawang yang tentunya juga tidak berlainan perspektif maupun paradigmanya, haha.. tunggal guru ojo nganggu.