Beberapa komputer mungkin mengalami sound yang lambat suaranya pada installasi Ubuntu Linux. Disini hanya sekedar sharing saya beberapa trik yang bisa digunakan untuk menjadikan sound level menjadi meningkat, namun bila memang tidak bisa berjalan silahkan googling sendiri, sebab banyak juga para pejuang linux yang pastinya memberikan sharing dan sumbang saran untuk permasalahan semacam. Banyak yang beredar adalah bagaimana meningkatkan level suara pada MPlayer ketika kurang keras suaranya saat menonton video avi misalnya, namun dibawah ini adalah secara systemwide, yaitu bukan hanya untuk MPlayer saja.
Menambah level sound Alsa di Ubuntu Linux: Karmic Koala
Pertama adalah dengan mengedit file /etc/asound.conf, dengan membuka terminal konsole atau tekan Alt+F2.
Cairo-Dock adalah aplikasi teranimasi pada launch bar untuk desktop, mirip dengan dock pada Mac OS X atau Rocket Dock di Microsoft Windows. Pada Ubuntu Linux saat ini anda bisa menggunakan Open GL untuk Cairo-Dock untuk memperindah tampilan.
Cairo-Dock kompatibel dengan Compiz-Fusion, Beryl, Compiz dan Xcompmgr, namun tanpa menginstal software itupun Cairo-Dock dapat berjalan pada desktop GNOME,KDE dan XFCE. Disini hanya akan dibahas bagaimana cara menginstalnya saja dengan beberapa penggunakan dasar dan instruksi sederhana. Jika ingin memperdalam silahkan menuju ke website ini, karena website resmi cairo-dock.org sedang down, yang menyebabkan gangguan pada repository Ubuntu, namun tidak berpengaruh pada PPA-nya. Juga informasi yang mendukung bisa di baca juga di sini.
Bapak pernah ngomong, "Barangkali ada diantara kita, yang diwaktu yang lalu melakukan kejahatan, membunuh, menghilangkan orang barangkali, dan para pelaku itu barangkali masih lolos dari jeratan hukum, kali ini negara tidak boleh membiarkan mereka menjadi drakula dan penyebar maut di negeri kita. Saya tahu selama lima tahun ini pihak kepolisian telah berkali-kali mencegah dan menggagalkan aksi terorisme. Telah bisa menyita bahan peledak yang siap diledakkan, sudah bisa membongkar beberapa jaringan, meskipun lolos hari ini, terjadilah musibah yang sangat merobek keamanan dan nama baik bangsa dan negara kita." (Konferensi Pers Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pasca ledakan bom Kuningan, Jum’at 17 Juli 2009), tapi apakah hanya terorisme yang berada dibaliknya... wallahu allam....
in god we trust
Bapak pernah ngomong, "Barangkali ada diantara kita, yang diwaktu yang lalu melakukan kejahatan, membunuh, menghilangkan orang barangkali, dan para pelaku itu barangkali masih lolos dari jeratan hukum, kali ini negara tidak boleh membiarkan mereka menjadi drakula dan penyebar maut di negeri kita. Saya tahu selama lima tahun ini pihak kepolisian telah berkali-kali mencegah dan menggagalkan aksi terorisme. Telah bisa menyita bahan peledak yang siap diledakkan, sudah bisa membongkar beberapa jaringan, meskipun lolos hari ini, terjadilah musibah yang sangat merobek keamanan dan nama baik bangsa dan negara kita." (Konferensi Pers Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pasca ledakan bom Kuningan, Jum’at 17 Juli 2009), tapi apakah hanya terorisme yang berada dibaliknya... wallahu allam....
Seharusnya mereka dihukum 300 tahun atau bahkan jika perlu hukuman mati selama 20 kali, para munafikin yang mulai saja menyebarkan dan menghembuskan isu-isu berbalut cinta dan kasih sayang baik dari atas, dari bawah ataupun dari mulutnya yang bau alkohol itu, semakin dipercaya saja, entah karena mungkin hidup dan kehidupan ini tidak serta merta menyediakan solusi yang mudah dan paket hemat. Semua laksana dikemas dengan indah penuh kata-kata maupun balutan sukses sehingga harganya setinggi pohon kelapa ditumpuk 200 dan masih lagi... dan masih lagi.
Amnsesia ini makin menjadi-jadi, bahwa semua harus bisa berjalan dengan nyaman tanpa gangguan, meski harus menyingkirkan dan membunuh siapapun yang menyebabkan ketidaknyamanan, mulai dari penciuman, penglihatan, pendengaran bahkan mungkin kabar pun akan menyebabkan ketidaknyamanan sehingga harus diberantas semua sampai ke akar-akarnya, bila itu memang pilihan untuk kemanusiaan silahkan saja, namun kemanusiaan menurut siapa tolong jelaskan dahulu dong, karena semuanya sudah pada tataran yang sangat halus, apa bedanya selain prinsip dan ideologi maupun hal-hal kasat mata lainnya dan sudah pasti setiap detik berubah. Mungkinkah perubahan itu bisa diberangus dengan mudah semudah pembakaran buku maupun pelarangan buku-buku yang mengungkit keganasan monster-monster pembunuh masa lalu yang tetap beranak-pinak hingga entah kapan.
Jelas kami semua kecewa, tapi mau apa lagi, semuanya sudah bukan kuasa kami bahkan tubuh ini sendiri yang ketika kepala pusing tetap harus membuka almari P#K untuk mencari obat yang tentu saja buatan dari riset mereka. Hah.. sampai kapan cinta itu bisa menemukan bentuk yang sesungguhnya, mungkinkah harus menunggu campur tangan dari yang tak terlihat, bahkan itu lebih misteri lagi karena tidak kelihatan.
Jelas sudah terlalu banyak rasa sakit, apakah kehidupan memang hanya untuk mati, lantas mengapa harus ada, mengapa semua harus diatur sedemikian rupa menjadi sulit dan makin tak dipahami. Hmm betapa rumit dan detilnya semua yang harus dihadapi dan dirasakan. Meski katamu 'in god we trust', wakaka.. emangnya kamu pernah mati dan dipanggil ... ketemu, namun mengapa kelakuanmu tak ubahnya seperti selain manusia beradab.
Is it getting better
Or do you feel the same
Will it make it easier on you now
You got someone to blame
You say...
One love
One life
When it's one need
In the night
One love
We get to share it
Leaves you baby if you
Don't care for it
Did I disappoint you
Or leave a bad taste in your mouth
You act like you never had love
And you want me to go without
Well it's...
Too late
Tonight
To drag the past out into the light
We're one, but we're not the same
We get to
Carry each other
Carry each other
One...
Have you come here for forgiveness
Have you come to raise the dead
Have you come here to play Jesus
To the lepers in your head
Did I ask too much
More than a lot
You gave me nothing
Now it's all I got
We're one
But we're not the same
Well we
Hurt each other
Then we do it again
You say
Love is a temple
Love a higher law
Love is a temple
Love the higher law
You ask me to enter
But then you make me crawl
And I can't be holding on
To what you got
When all you got is hurt
One love
One blood
One life
You got to do what you should
One life
With each other
Sisters
Brothers
One life
But we're not the same
We get to
Carry each other
Carry each other
One...life
One
Setelah 3 tahun ditambah 100 hari pemerintahan yang sekarang, ternyata tidak sedikitpun menyentuh kondisi sosial korban lumpur Lapindo yang ada di Desa Porong, Sidoarjo. Perlahan dan (seperti) pasti, kondisi sosial di Porong dan desa-desa lainnya yang terkena dampak lumpur Lapindo dilupakan bahkan ditinggalkan. Rembug Nasional (National Summit) yang diadakan Presiden setelah pelantikannya juga seperti sengaja untuk tidak mengundang korban lumpur Lapindo.
Masih tercecer saat ini lebih dari 300 KK yang menganggur, hak penghidupan yang semestinya menjadi hak paten manusia hidup masih juga tidak diperjuangkan dengan baik. Bisa dibayangkan, berapa total nyawa yang terancam kelangsungan hidup, pendidikan dan masa depan bila dihitung dari 300 KK. Uang ganti beli (yang jelas-jelas uangnya dari Negara alias Rakyat) juga tidak membantu banyak, karena masih banyak penduduk yang belum menerima uang ganti asset tersebut.
Pengalaman menumbuhkan kecerdasan berpikir, baik berikir baik maupun buruk seakan sudah tidak ada beda dan pemisahnya, sepanjang berguna bagi orang banyak. Disinilah kata orang banyak, kebanyakan dan massa akan menguasai, terlebih ada lagi jargon ' dot dot dot for all' sehingga semuanya ikut-ikutan, dan sepanjang untuk semua maka akan kelihatan bagus dan mulia. Benarkah demikian.. hmm hanya orang banyaklah juga yang menilai, dan mereka pun dalam rangkaian crowd, meski tak bisa berhujat dan berbuat lebih namun adalah sasaran dan tentunya pasar.
Semua, yah, semua, crowd, kerumunan, pasar, adalah sasaran, entah bidang politik ekonomi maupun nantinya akan dianggap menjadi sebuah budaya, sebuah budaya yang ujug-ujug muncul mak bedunduk dalam alam keIndonesiaan dengan segala aspeknya. Tidak membutuhkan waktu lama memang bagi sebuah negeri yang sedang berusaha membangun jati diri, namun selalu saja terganggu baik dari dalam maupun dari luar. dan tentu saja barang yang belum jadi ini malah akan direstorasi.. hahaha.. apanya emang barn buddy... bahkan membuat nama pun tidak bisa berbeda sebagaimana tulisan nasionalis demokrat, quo vadis?, dengan para penjaga gawang yang tentunya juga tidak berlainan perspektif maupun paradigmanya, haha.. tunggal guru ojo nganggu.
Penanggap